KUDUS, ZONANEWS.ID – Penulis sekaligus pegiat teater Pipiek Isfianti meluncurkan buku kumpulan puisi yang merangkum perjalanan kreatifnya selama lebih dari dua dekade.
Buku tersebut memuat 42 puisi yang ditulis dalam berbagai fase kehidupan Pipiek ketika tinggal di Semarang, Jepara, hingga Kudus.
Peluncuran buku puisi itu dikemas dalam sebuah diskusi sastra. Karya tersebut menjadi buku tunggal kelima Pipiek sekaligus menandai penerbitan buku puisi tunggal pertamanya.
Sebelumnya, ia lebih dikenal melalui karya-karya dalam bentuk prosa, termasuk cerpen dan naskah.
Pipiek mengatakan, gagasan menerbitkan kumpulan puisi bermula dari keinginannya menyatukan tulisan yang selama ini tersebar di berbagai media.
Karya-karya tersebut memiliki rentang waktu penulisan yang cukup panjang sehingga ia merasa perlu mengarsipkannya dalam sebuah buku.
“Awalnya saya hanya ingin mengumpulkan karya-karya yang tercecer di banyak media, karena rentang waktunya beragam,” kata Pipiek.
Sejumlah puisi dalam buku itu bahkan telah ditulis sejak sekitar 1999 ketika Pipiek masih bermukim di Semarang. Proses kreatif tersebut terus berlanjut saat ia tinggal di Jepara dan kemudian Kudus.
“Tiga kota ini mewarnai perjalanan puisi-puisi saya,” ujarnya.
Menurut Pipiek, tiga kota tersebut bukan hanya menjadi latar geografis dalam perjalanan kepenyairannya.
Pengalaman hidup yang menyertainya turut memengaruhi tema puisi, mulai dari luka, kerinduan, pencarian jejak, hingga perenungan spiritual.
Baginya, perjalanan mencari jejak kehidupan pada akhirnya merupakan proses untuk menemukan kembali hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan dirinya sendiri.
“Pada akhirnya kita pulang kepada Pencipta dan pulang kepada diri sendiri. Perjalanan panjang, perjalanan apa pun yang kemudian kita jalani, sebenarnya adalah perjalanan kembali kepada Sang Pencipta,” tuturnya.
