Rakernas dan Temu Kangen Kamisetembang 2025, Perkuat Jejaring Alumni dan Program Sosial Nasional

Keluarga Alumni STM Pembangunan/SMKN 7 Semarang (Kamisetembang) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkai dengan temu alumni selama dua hari, 27–28 Desember 2025. (Foto: Istimewa/Zonanews.id)

“Intinya kami membangun jejaring silaturahmi agar Kamisetembang terus berjalan dan bermanfaat, tidak hanya bagi anggota tetapi juga untuk masyarakat luas di Indonesia,” ungkapnya.

Di bidang sosial, Kamisetembang juga aktif menjalankan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Program santunan anak yatim yang rutin digelar PC Kudus menjadi rujukan bagi pengurus pusat dan cabang lainnya.

Selain itu, Kamisetembang turut terlibat dalam aksi-aksi insidentil seperti penanganan bencana yang melibatkan seluruh elemen alumni.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah program sosial ini bisa berjalan dengan baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Edi.

Rakernas Kamisetembang 2025 juga mendapat perhatian khusus dari Direktur perdana STM Pembangunan Semarang periode 1971–1977, Ir. Bagiono Djokosumbogo. Ia mengaku bersyukur melihat sekolah yang dibangunnya sejak tahun 1970 terus melahirkan alumni-alumni hebat dan solid hingga kini.

“Saya bersyukur ke hadirat Allah SWT. Sekolah yang saya bangun dan saya pimpin tahun 1971–1977 masih bergaung hingga sekarang dan menghasilkan alumni yang luar biasa. Yang paling hebat, anak-anak STM ini bisa guyup rukun selawase,” ungkap Bagiono.

Ia berharap semangat kebersamaan alumni tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas.

“Bukan hanya untuk anggota, tapi juga untuk seluruh masyarakat, seperti yang sudah dilakukan oleh kawan-kawan dari Kudus,” ujarnya.

Dalam pesannya kepada alumni, Ir. Bagiono menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental serta tidak pernah berhenti belajar.

“Jangan pernah berhenti berpikir dan jangan pernah berhenti maju. Kesehatan fisik dijaga dengan olahraga, sesederhana apa pun. Kesehatan mental dijaga dengan membaca, menulis, atau sekolah lagi,” pesannya.***