Lebih lanjut, pihaknya mengatakan bahwa pembangunan saluran drainase di tahun 2023 ini akan dibangun sepanjang kurang lebih 227 meter. Anggaran yang digunakan bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sekitar Rp 2,6 miliar.
“Target kami sebelum Nataru pekerjaan sudah bisa selesai. Nanti akan kami lanjutkan di tahun 2024,” ujar Arief.
Lalu untuk total keseluruhan lokasi yang akan dibangun drainase, dikatakan Arief akan dihitung dan disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.
Meski begitu, di tahap awal pembangunan ini, Dinas PUPR menggunakan sekitar 90 pipa beton Reinforced Concrete Pipe (RCP).
Selama pengerjaan, sejauh ini Arief mengaku belum ada kendala yang berarti. Walaupun hujan, pengerjaan tetap dilakukan sebab intensitas hujan yang masih sedang dan tidak mengganggu pengerjaan.***
