PT Djarum Pecahkan Rekor MURI Pelayanan KB Serentak dengan Fasilitasi KB Implan 1.327 Karyawannya

Penyerahan penghargaan MURI kepada PT Djarum memecahkan rekor pelayanan KB melalui pemasangan alat kotrasepsi implan atau KB implan secara serentak kepada 1.327 akseptor atau karyawannya pada Selasa, 16 Juli 2024. (dari kanan) Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie, General Manager Djarum Production, Wibowo Saputro, Kepala Divisi MURI Semarang, Ari Andriani, perwakilan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Sri Rahayu. (NILA)

Ke depan, PT Djarum akan kembali memfasilitasi pelayanan yang sama untuk para karyawannya yang membutuhkan.

“Selanjutnya, akseptor (karyawan) akan kita data lagi, berapa banyak yang metode KB-nya perlu untuk diselesaikan,” ujar seseorang yang sering disapa Pak Ipung tersebut.

Proses pemasangan KB implan kepada karyawan PT Djarum brak Karangbener, Kudus, pada Selasa, 16 Juli 2024. (NILA)

Lebih lanjut, Pj Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie sangat mengapresiasi agenda terkait penganugerahan rekor MURI untuk PT Djarum kali ini. Dengan memberikan layanan KB implan serentak kepada 1.327 akseptor yaitu karyawannya, PT Djarum berhasil memecahkan rekor MURI.

Bacaan Lainnya

“Presatasi yang ditorehkan teman-teman ini, kolaborasi bersama BKKBN, PT Djarum, dan masyarakat keseluruhan dalam perencanaan keluarga yang baik bisa menghasilkan keluarga yang baik pula,” kata Hasan Chabibie.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama apik ini. Ke depan, menurut Hasan, program ini akan terus dilanjutkan.

“Insyaallah tahun depan, perusahaan lain atau tempat lainnya yang memiliki banyak pekerja wanita, kita koordinasikan dengan BKKBN untuk recreat pelayanan pemasangan alat kontrasepsi KB ini,” terangnya.

Apresiasi serta dukungan yang sama juga disampaikan oleh perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Sri Rahayu. Hal yang dilakukan PT Djarum ini menjadi salah satu advokasi bagi semua perusahaan di Indonesia, khususnya Jawa Tengah dalam upaya menjaga angka kelahiran sehingga tidak ada lagi kasus stunting.

Harapannya ke depan, PT Djarum bersama Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus bisa lebih intens dalam memfasilitasi pelayanan KB, baik itu melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) maupun non MKJP untuk semua karyawan PT Djarum yang jumlahnya mencapai 60 ribu orang lebih tersebut.

“Agar di dalam PT Djarum ini banyak yang melakukan pelayanan KB, juga mencegah terjadinya stunting,” terangnya.***