Ke depan, PT Djarum akan kembali memfasilitasi pelayanan yang sama untuk para karyawannya yang membutuhkan.
“Selanjutnya, akseptor (karyawan) akan kita data lagi, berapa banyak yang metode KB-nya perlu untuk diselesaikan,” ujar seseorang yang sering disapa Pak Ipung tersebut.

Lebih lanjut, Pj Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie sangat mengapresiasi agenda terkait penganugerahan rekor MURI untuk PT Djarum kali ini. Dengan memberikan layanan KB implan serentak kepada 1.327 akseptor yaitu karyawannya, PT Djarum berhasil memecahkan rekor MURI.
“Presatasi yang ditorehkan teman-teman ini, kolaborasi bersama BKKBN, PT Djarum, dan masyarakat keseluruhan dalam perencanaan keluarga yang baik bisa menghasilkan keluarga yang baik pula,” kata Hasan Chabibie.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama apik ini. Ke depan, menurut Hasan, program ini akan terus dilanjutkan.
“Insyaallah tahun depan, perusahaan lain atau tempat lainnya yang memiliki banyak pekerja wanita, kita koordinasikan dengan BKKBN untuk recreat pelayanan pemasangan alat kontrasepsi KB ini,” terangnya.
Apresiasi serta dukungan yang sama juga disampaikan oleh perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Sri Rahayu. Hal yang dilakukan PT Djarum ini menjadi salah satu advokasi bagi semua perusahaan di Indonesia, khususnya Jawa Tengah dalam upaya menjaga angka kelahiran sehingga tidak ada lagi kasus stunting.
Harapannya ke depan, PT Djarum bersama Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus bisa lebih intens dalam memfasilitasi pelayanan KB, baik itu melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) maupun non MKJP untuk semua karyawan PT Djarum yang jumlahnya mencapai 60 ribu orang lebih tersebut.
“Agar di dalam PT Djarum ini banyak yang melakukan pelayanan KB, juga mencegah terjadinya stunting,” terangnya.***
