Kepala DKK Kudus, dr. Abdul Hakam, sebelumnya menjelaskan bahwa Puskesmas Jekulo memiliki peran strategis sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan timur Kabupaten Kudus.
Gedung yang telah direhabilitasi itu dirancang untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih modern, baik dalam upaya promotif maupun preventif.
Selain memberikan pelayanan kesehatan umum, fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai program prioritas, mulai dari eliminasi penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan HIV hingga penanganan masalah stunting.
Sejumlah fasilitas yang disiapkan meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD) Timur, ruang layanan program, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED), serta poliklinik umum dan dokter gigi.
Untuk layanan rawat inap, kapasitas Puskesmas Jekulo direncanakan maksimal 10 tempat tidur sesuai ketentuan yang berlaku.
DKK Kudus juga menyiapkan pengembangan layanan melalui inovasi bertajuk “Puskesmas Plus”, yang direncanakan menghadirkan praktik dokter spesialis pada sore hari serta mengoptimalkan layanan rehabilitatif bagi pasien setelah menjalani rawat inap di rumah sakit.
Dengan progres fisik yang telah melampaui 90 persen, penyelesaian rehabilitasi Puskesmas Jekulo kini berfokus pada penuntasan pekerjaan yang tersisa.
Pemerintah Kabupaten Kudus berharap fasilitas tersebut segera beroperasi secara penuh sehingga dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kudus timur. ***
