KUDUS, ZONANEWS.ID – SMP Negeri 2 Gebog Kabupaten Kudus memulai program Kelas Santri pada Tahun Ajaran Baru 2025/2026 tepatnya pada bulan Agustus 2025 lalu. Program ini dihadirkan untuk mencetak generasi penghafal Al Quran.
Kelas Santri ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yakni Sekolah Ngaji, yang diterapkan bagi seluruh SD dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora).
Kepala SMP Negeri 2 Gebog, Ahadi Setiawan menyampaikan bahwa Kelas Santri ini baru dibuka untuk satu kelas dengan 32 siswa. Pihak sekolah menggandeng salah satu pengasuh Pondok Yanbu’ul Quran sebagai pendamping tahfidz.
“Sekarang Alhamdulillah sudah masuk juz 29 untuk hafalannya, ada 32 siswa yang masuk Kelas Santri,” kata Ahadi, Rabu, 10 Desember 2025.
Ahadi menegaskan bahwa Kelas Santri ini perwujudan dari tagline SMP Negeri 2 Gebog, yakni menciptakan generasi yang cerdas dan beradab. Selain mendidik pembelajaran akademik, siswa juga diberikan pembelajaran agama.
Pada teknis pelaksanaannya, siswa yang masuk dalam Kelas Santri akan mengikuti pembelajaran reguler seperti pada umumnya. Kemudian, setelah jam pulang, sekitar pukul 13.40 hingga 16.00 akan dilanjutkan dengan setoran hafalan Al Quran.
“Jadi kami pastikan program ini tidak akan mengganggu pembelajaran reguler, karena kita lakukan setelah jam pulang sekolah,” tuturnya.
Kelas Santri ini dilakukan selama empat hari dalam seminggu, atau pada Hari Senin hingga Kamis. Sementara pada Hari Jumat dan Sabtu, para siswa akan diminta untuk melakukan hafalan surat Al Quran secara mandiri di rumah.
Ahadi menyebut, selama lima bulan pelaksanaan Kelas Santri, antusiasme anak dalam mengikuti program tahfidz ini sangat tinggi. Oleh sebab itu, pihaknya berencana akan menambah kelas lagi untuk tahun ajaran baru mendatang.
“Insyallah akan kita tambah satu kelas lagi, tetapi tidak berjenjang, jadi setiap kelas bisa ikut,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengapresiasi inovasi SMP Negeri 2 Gebog yang berupaya mencetak generasi agamis sejak bangku sekolah. Menurutnya, upaya ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah negeri lainnya.
“Sekarang kan orang tua lebih percaya kepada sekolah yang punya background agama. Kelas santri ini bisa menjadi salah satu langkah untuk menarik minat masyarakat agar menyekolahkan di sekolah negeri,” terangnya.
Diharapkan, program Kelas Santri ini bisa terus berjalan dan turut berkontribusi dalam mencetak generasi emas 2045. Sejalan dengan langkah yang telah dilakukan oleh Pemkab Kudus melalui program Sekolah Plus Ngaji. ***
