Berangkat dari Lomba FLS3N Kudus, Tari Lentong Ciptaan SMP 1 Jati Kini Resmi Terdaftar HaKI

Kepala SMP Negeri 1 Jati Kudus, Sumaryatun bersama siswa penari Tari Lentog. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Tari Lentog ciptaan SMP Negeri 1 Jati Kabupaten Kudus telah resmi tercatat sebagai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia per tanggal 22 September 2025.

Diketahui, Tari Lentog pertama kali ditampilkan oleh tiga siswi SMP Negeri 1 Jati dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Kudus pada Juli 2025. Dalam ajang tersebut, mereka berhasil meraih juara 2.

Tari Lentog diciptakan oleh guru seni tari SMP Negeri 1 Jati, yakni Tania Artpriend Novadella, yang secara khusus dipersiapkan untuk ajang FLS3N Kabupaten Kudus. Tarian ini mulai diajarkan pada siswa sekitar tanggal 4 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Melihat potensi yang luar biasa dalam penampilan Tari Lentog, Kepala SMP Negeri 1 Jati, Sumaryatun pun berinisiatif untuk mematenkan hak cipta karya tersebut ke dalam pencatatan resmi HaKI. Impian itu pun terwujud dengan gotong royong sekolah.

“Kita mengurus bareng-bareng dengan warga sekolah secara mandiri. Alhamdulillah, bisa dan sekarang resmi tercatat dalam Hak Cipta,” ujar Sumaryatun penuh bangga, Rabu, 10 Desember 2025.

Tarian yang menceritakan tentang makanan lokal khas Kabupaten Kudus, yakni Lentog Tanjung ini, resmi tercatat HaKI dengan nomor 000977215. Hak Cipta ini berlaku hingga 50 tahun ke depan atau sampai tahun 2075 mendatang.

“Kita sudah sering menampilkan Tari Lentog ini di berbagai acar, seperti Kirab Lentog Tanjung, acara di Museum Kretek, maupun acara internal sekolah,” terangnya.

Lebih lanjut, Tari Lentog ini memiliki detail tarian yang sangat khas yang dimainkan oleh tiga penari perempuan. Jalan cerita yang dikemas dalam tarian merepresentasikan proses pembuatan lentog hingga akhirnya disajikan dan dinikmati seseorang.

Baca :  Pelatihan Akrilik di Kudus, Upaya Pemkab Bekali Emak-Emak Kreatif

Properti yang digunakan juga bervariasi, ada replika lontong berukuran besar, bakul yang biasanya digunakan pedagang berjualan, piring dan garpu serta lainnya. Setiap penari memiliki peran, dari pedagang hingga pembeli.

Kuliner lentog tanjung sendiri menjadi makanan khas yang gampang ditemui di sudut-sudut Kota Kretek. Satu porsinya dihargai sekitar Rp 15 ribu. Sentra kuliner lentog tanjung berada di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus.

Sumaryatun berharap, dengan lahirnya Tari Lentog ini, ke depannya akan lebih banyak lagi karya-karya lain di SMP Negeri 1 Jati yang kreatif dan inovatif. Hal ini tentunya butuh dukungan dari semua pihak, termasuk orangtua maupun pemerintah daerah.

“Alhamdulillah kita punya potensi di bidang seni, kita punya guru seni tari yang potensial, anak-anak yang semangat, wali murid yang terbuka, dan teman-teman guru kompak,” ucapnya. ***