Program Exchange Kudus Diperluas, Guru Ikut Bertukar Mulai Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris saat melepas program pertukaran pelajar lokal pada Januari 2026 lalu. (Foto: Zonanews.id)

Anggun menegaskan, meski program pertukaran dijalankan, tidak akan mengganggu kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di suatu sekolah. Oleh karena itu, setiap sekolah yang mengirim guru, maka harus mendapat penggantinya.

Jangan sampai program ini justru mengganggu iklim belajar di masing-masing sekolah. Jangan sampai pula, program yang telah digagas oleh Bupati Kudus ini tidak mencapai “goals”-nya karena tidak dikaji dengan matang.

“Yang kami pastikan adalah untuk waktunya akan kita barengkan dengan pertukaran pelajar, di awal ajaran baru agar tidak mengganggu jadwal penting seperti UTS, sumatif akhir semester dan lainnya,” tandasnya.

Bacaan Lainnya

Program exchange atau pertukaran pelajar dan pendidik sendiri merupakan gagasan dari Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris dalam upaya pemerataan pendidikan Kota Kretek. Sekaligus, untuk memberikan pengalaman lain kepada para peserta.

Untuk diketahui, bahwa program pertukaran pelajar pertama kali diluncurkan pada 19 Januari 2026 lalu, dengan melibatkan 272 Pelajar SD dan SMP. Mereka menjalani program tersebut selama tujuh hari di sekolah penempatan.

Program lokal di bidang pendidikan tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman kepada para pelajar, terkait nuansa dan iklim lingkungan sekolah, keilmuan, budaya hingga keunggulan yang dimiliki sekolah penempatan. ***