KUDUS, ZONANEWS.ID – Program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan Konferensi Internasional Teaching English to Young Learners Indonesia (TEYLIN) 4, baru-baru ini.
Salah satu pembicara utama dalam konferensi, Itje Chodidjah menyampaikan, dengan adanya program Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek sejak 2021, sekolah memiliki keleluasaan untuk mengajarkan Bahasa Inggris kepada siswa sekolah dasar.
“Terlebih lagi Kurikulum Merdeka menitikberatkan pada penguasaan kompetensi Bahasa Inggris yang dirumuskan dalam capaian pembelajaran (learning outcomes),” terangnya.
Selain Itje Chodidjah, konferensi tersebut menghadirkan pembicara lain. Seperti, penulis buku Bahasa Inggris untuk anak-anak, Kathy Kampa dari Amerika Serikat.
Lalu, ada Gumawang Jati, ada presiden i-TELL yang juga dosen senior dari ITB Jo-Ann Netto Shek dari Singapura. Adapula, Mariel Tapadera dari Neuva Ejica University of Science and Technology Filipina dan Diah Kurniati selaku dosen program studi PBI UMK.
Kathy Kampa sendiri memberikan model pembelajaran Bahasa Inggris yang membangun student agency secara interaktif dan fun. Sementara Gumawang Jati mengenalkan aplikasi Canva dan Vocaroo untuk membantu guru membuat materi ajar yang menarik.
Lebih lanjut, pakar pendidikan dari National Institute of Education Nanyang University Singapura, Jo-Ann Netto Shek memberikan perhatian tentang perlunya membangun literasi anak sebagai penduduk global melalui karya sastra.
