“Minimal kalau bisa kan yang tidak berbayar. Apalagi kasus yang kita temukan ada orangtuanya yang sudah sepuh. Kalau Panti Muria kan tidak berbayar,” tambahnya.
Pihaknya pun berharap dengan upaya pendekatan melalui TPKJM, babinsa dan babhinkantibmas, keluarga yang masih melakukan pemasungan terhadap ODGJ bisa tergerak. Sehingga mereka bisa tertangani dengan baik.
“Karena ada kasus juga itu sudah tidak mau makan, jadi kan kasihan. Apalagi nanti kalau kabur, ini kan bisa diantisipasi sejak dini seharusnya, untuk kebaikannya sendiri juga,” tuturnya.
Dalam perjalanannya nanti, lanjut Nuryanto, ODGJ yang dinyatakan sembuh akan diupayakan dapat berdaya. Melalui koordinasi dengan pemerintah desa, mereka akan dibantu untuk mendapatkan pekerjaan dan diterima di masyarakat.
“Kemarin sudah melakukan komunikasi terkait pemberdayaan setelah mereka sembuh, dan kepala desanya juga terbuka dan akan membantu agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan dan diterima masyarakat, ” terangnya. ***
