Potret Langgar Bubrah, Saksi Bisu Transisi Budaya Hindu ke Islam di Kudus

Langgar Bubrah terletak di Dukuh Tepasan, Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. (ELANG)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Agama Hindu merupakan agama mayoritas penduduk Kabupaten Kudus sebelum adanya Islamisasi, tepatnya pada abad ke-14 sampai ke-15.

Hal tersebut diperkuat dengan adanya peninggalan bangunan Hindu seperti pada Menara Kudus.

Secara historis, umat Hindu di Kudus adalah umat Hindu yang dibawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Bacaan Lainnya

Salah satu bangunan yang bercorak Hindu lainnya yakni Langgar Bubrah yang terletak di Dukuh Tepasan, Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Langgar Bubrah menjadi cagar budaya di Kudus yang terkenal dengan akulturasi Hindu dan Islam.

Zaki Aftoni selaku Juru Pelihara Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah yang ditugaskan di Kabupaten Kudus, sebelumnya sudah merawat situs Langgar Bubrah sejak dirinya lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada tahun 2000.

Zaki merupakan juru pelihara generasi kedua. Sebelumnya juru pelihara pertama yakni kakak perempuan Ibunya (bude) yakni mendiang Ibu Masni. Tetapi karena tidak memiliki putra, diturunkannya kepada ponakan yang berarti Zaki Aftoni.

Zaki menuturkan, ada beberapa versi yang dipercaya masyarakat Kudus mengenai sejarah Langgar Bubrah.

“Sebagaimana versi warga sekitar Kudus itu, Langgar Bubrah mau dijadikan Masjid Menara Kudus, tetapi karena suatu hal, itu tidak sampai selesai,” kata Zaki saat ditemui di kediamannya, Sabtu 23 Juli 2022.

Tetapi kalau versi dari BPCB dengan mendatangkan sejahrawan, lanjut Zaki, Langgar Bubrah itu merupakan bangunan seperti Masjid. Di situ juga ada batu pilar yang bermotif ukiran khas Hindu.

Ia mengungkapkan, arti Langgar Bubrah sendiri yaitu tempat ibadah. Sedangkan bubrah memiliki makna pernah utuh tetapi rusak karena tergerus zaman, sehingga runtuh dan tidak lagi utuh.