KUDUS, ZONANEWS.ID – Kerajinan Caping Kalo khas Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, sempat berjaya pada masanya. Bahkan, kerajinan dari bambu untuk aksesoris kepala ini menjadi hal wajib dipakai saat pergi ke acara nikahan atau kondangan.
Caping kalo memiliki detail yang sangat bagus, dimana seluruh proses pembuatannya masih manual atau menggunakan kreasi langsung dari tangan manusia. Bahan dasarnya sendiri berasal dari bambu yang dianya daun daun solo.
Pembuatan caping kalo cukup rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Di bagian atas, terdapat anyaman bambu yang sangat detail dan tipis untuk menciptakan kesan yang rapi. Kemudian, di dalamnya dilapisi daun solo agar nyaman dipakai.
Caping kalo biasanya digunakan oleh ibu-ibu untuk pergi ke kondangan, dengan kostum pelengkap berupa jarik dan kebaya, serta tas dari anyaman bambu sebagai tempat sembako.
Tak hanya untuk kondangan, caping itu juga dipakai oleh warga Desa Gulang untuk pergi ke pasar atau ke sawah, dan sering dikenakan oleh para pedagang yang berjualan di pasar.
Namun, belakangan ini, caping kalo susah ditemui keberadaannya. Bahkan, pengrajin caping yang satu ini terbilang langka dan hanya satu di temukan di Desa Gulang. Sedangkan, saat ini, tidak ada regenarasi untuk melestarikan warisan leluhur ini.
