“Pelatihan MPASI yang kai pusatkan di 9 kecamatan (di Kudus), makanan itu untuk pencegahan stunting. Rencananya, pelatihan akan kita mulai Senin (24 Juni 2024),” tambahnya.
Menurutnya, titik krusial kasus stunting bukan hanya terjadi saat anak itu dilahirkan saja, melainkan ketika momen perpindahan dari ASI ke MPASI, atau ketika anak mulai menginjak usia 6 bulan ke atas. MPASI sangat penting bagi tumbuh kembang anak.
“Kita dari PKK melalui posyandu juga terus mengajak masyarakat aktif ke posyandu, kemudian melakukan penimbangan dan pemantauan anak, sampai ketika anak itu stunting pun kader PKK ikut mengantarkan sampai dokter untuk ditangani secara lanjut,” terangnya.
Aini berharap, dengan berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan, bisa membantu Pemkab Kudus dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Sehingga, Generasi Emas yang diimpikan oleh Pemkab bisa tercapai dengan optimal. ***
