Sementara itu, Kepala Dinas PKPLH Kudus, Abdul Halil mengungkapkan bahwa kondisi TPA Tanjungrejo mengalami kesulitan dalam penataan terjadi sebelum puasa. Bahkan hingga hari ini, kondisi seperti itu masih terjadi.
“Penyebabnya itu karena faktor alam, lalu karena kegiatan-kegiatan seperti Dandangan, Idulfitri, dan lain-lain sehingga semakin banyak sampah yang dikirim ke TPA,” katanya.
Setidaknya selama lebaran, rata-rata sampah yang dikirim ke TPA sebanyak 120 ton, naik menjadi 150 ton dalam sehari.
Ditambah karena terkendala alat berat yang rusak, sampah-sampah tidak bisa ditata seperti sebelumnya dan banyak yang berceceran di pinggir.
“Kalau ada alat, kondisinya tidak akan seperti ini dan bisa kembali normal seperti sebelumnya,” ujar Halil.
Menanggapi dibutuhkan alat excavator milik Dinas PUPR untuk penataan sampah di TPA, Kepala Dinas PUPR Kudus, Arief Budi Siswanto mengaku segera mengirimkan alatnya ke TPA Tanjungrejo.
“Mulai hari ini alat dan operator kami sediakan,” katanya.
Ikut membantu pengelolaan sampah, Dinas PUPR akan menyiagakan alatnya sampai alat milik Dinas PKPLH selesai diperbaiki dan bisa digunakan kembali.
“Selama masih dibutuhkan, alat kami siagakan di sini,” tegasnya.***
