22 kaligrafi yang ditampilkan di antaranya kaligrafi lukis, kaligrafi naskah, kaligrafi dekorasi, kaligrafi kontemporer, kaligrafi digital dan kaligrafi 3D.
Menurut Anita, kaligrafi saat ini juga perlu dikenalkan lewat digitalisasi dan visualisasi modern. Kaligrafi sebagai bagian dari peradaban Islam perlu didorong untuk menjadi media dakwah yang mengikuti perkembangan zaman.
‘kaligrafi juga bagian dari syiar Islam, kami mengajak anak-anak muda supaya bisa mengekspresikan dakwah lewat seni,” ungkapnya.
Dirinya berharap, pameran ini dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat Kudus untuk lebih mencintai kaligrafi, dan menghargai bagaimana seni kaligrafi dapat bersaing dalam dunia seni rupa kontemporer.
“Pameran ini terbuka untuk umum, untuk siapapun yang ingin menikmatinya,” imbuhnya. (***)
