Alasan tidak melakukan aksi demonstrasi menuntut kesejahteraan, Andreas menyebut bahwa tingkat kesejahteraan itu relatif.
Disesuaikan kondisi sebenarnya para pekerja di Kudus saat ini, SPSI tidak ingin membuat pekerja berpikir hal-hal yang berat.
“Kita santai saja, jalan sehat, kita rileks saja, dengan harapan mereka bisa fresh kembali dan semangat dalam bekerja sehingga produktivitasnya naik,” jelas Andreas.
Kemudian dirinya pun menegaskan bahwa tuntutan antara pengurus SPSI daerah dengan mereka yang memilih demo di Ibukota itu sama, UU Ciptaker harus dihapus.
Namun dirinya menilai, demo berjilid-jilid sejauh ini tidak membuahkan hasil maksimal, sehingga terkesan mubazir.
“Saya juga pengurus pusat, kita sudah demo berjilid-jilid tapi juga kalah. Kalau musuh pemerintah gak ada yang menang sekarang,” katanya.***
