“Kalau di sekolah, kami ada kantin kejujuran. Biasanya kalau mau membeli minum kita menaruh uang sesuai harga, tidak mengambil kembalian berlebih. Itu salah satu hal kecil untuk menanamkan karakter anti korupsi,” terangnya.
Selain itu, Ia juga tidak melakukan korupsi waktu yang diwujudkan dalam disiplin berangkat sekolah. Sehingga, Ia selalu berangkat ke sekolah tepat waktu sebelum bel masuk berbunyi pada pukul 06.55 WIB.
Sementara itu, Kepala SMP Kanisius, Driyono menjelaskan bahwa Hari Anti Korupsi Sedunia selalu diperingati dengan kegiatan-kegiatan edukatif yang melibatkan siswa. Selain menulis surat, juga dilakukan berbagai penampilan.
“Kita juga ada peformance dari anak, ada tampilan liong, bikin poster anti korupsi dan deklarasi bersama untuk anti korupsi,” tambahnya.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa karakter anti korupsi terus ditanamkan kepada siswa, baik itu dalam pembelajaran di kelas maupun praktik di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui kantin kejujuran.
“Kantin kejujuran sudah terlaksana dengan baik, dan ini sangat berdampak positif terhadap karakter siswa,” tandasnya. ***
