Pengamatan Musim Kawin Ungkap Penambahan Populasi Elang Jawa di Kawasan Muria, Jadi 20 Ekor

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di kawasan Gunung Muria. (Foto: dok. Peka Muria)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Populasi Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di kawasan Gunung Muria menunjukkan perkembangan positif.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, satwa endemik yang berstatus dilindungi itu diperkirakan berjumlah sekitar 20 individu, meningkat dibandingkan pendataan sebelumnya yang mencatat 14 ekor.

Meski mengalami peningkatan populasi, keberadaan Elang Jawa masih tergolong rentan karena termasuk salah satu spesies langka di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Oleh sebab itu, pemantauan dan upaya konservasi terus dilakukan untuk memastikan kelestarian burung yang dikenal sebagai inspirasi lambang Garuda tersebut.

Ketua Penggiat Konservasi Alam Muria (Peka), Teguh Budi Wiyono, mengatakan timnya masih rutin melakukan pengamatan di sejumlah titik habitat Elang Jawa.

Pemantauan meliputi aktivitas terbang, lokasi sarang, hingga waktu-waktu tertentu ketika burung pemangsa tersebut biasa terlihat di langit kawasan Muria.

Menurut Teguh, hasil pemantauan terbaru menunjukkan adanya penambahan lokasi yang menjadi habitat Elang Jawa. Temuan itu sekaligus mengindikasikan bahwa proses perkembangbiakan satwa tersebut masih berlangsung di kawasan hutan Gunung Muria.

“Awalnya kami mencatat ada sekitar 14 ekor, sekarang ada 20-an ekor. Ada beberapa titik baru yang berhasil kami pantau keberadaannya,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Elang Jawa di Gunung Muria memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan populasi di daerah lain.

Jika umumnya burung ini lebih sering beraktivitas di kawasan hutan, di Muria Elang Jawa beberapa kali terlihat terbang hingga mendekati wilayah permukiman, meskipun sarangnya tetap berada di dalam hutan.

“Beberapa kali terlihat di tepi permukiman, padahal sarangnya berada di dalam hutan,” katanya.

Selain Elang Jawa, Peka Muria juga mendata sedikitnya delapan jenis burung pemangsa yang masih hidup di kawasan tersebut.

Di antaranya Elang Hitam, Elang Bido, Elang Brontok, Elang Sikep, Alap-alap Jambul, Alap-alap Sapi, hingga Elang Laut yang keberadaannya tergolong tidak biasa karena umumnya hidup di wilayah pesisir.