Pendataan Belum 100 Persen, BPS Kudus Ungkap Kendala Sensus Ekonomi 2026

Kepala BPS Kabupaten Kudus, Eko Suharto. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kudus belum sepenuhnya mencapai target 100 persen. Hingga batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026, capaian yang berhasil dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus mencapai 97,6 persen.

Masih terdapat sekitar 2,4 persen data yang belum berhasil dikumpulkan. BPS Kudus pun masih melakukan penelusuran terhadap sejumlah lokasi dan responden yang belum terjangkau petugas.

Kepala BPS Kudus Eko Suharto mengatakan, data yang tersisa tersebar di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Kota, Bae, Kaliwungu, dan Jati.

Bacaan Lainnya

Meskipun jadwal pendataan telah berakhir, petugas masih melakukan kunjungan lapangan untuk menyelesaikan data yang belum masuk.

“Memang dari sisi jadwal kita diminta selesai di 31 Agustus. Kita berupaya menyelesaikan. Kalau dari sisi penyelesaian, masih ada beberapa yang memang harus dikunjungi. Secara capaian kita sudah di 97,6 persen,” kata Eko, Jumat, 4 September 2026.

Salah satu kendala yang masih dihadapi berada di Kecamatan Kota. Petugas mengalami kesulitan menemui sejumlah responden, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan.

Menurut Eko, kondisi tersebut membuat proses pendataan membutuhkan waktu lebih panjang. Namun, jumlah responden yang belum ditemui dinilai tidak terlalu banyak.

“Untuk yang masih agak banyak, itu di kota, terutama di Kecamatan Kota. Karena memang agak susah ditemui. Termasuk yang di perumahan barangkali. Tapi tidak terlalu banyak, semoga tinggal beberapa lagi,” jelasnya.

Selain mengejar responden yang belum terdata, BPS Kudus juga melakukan pemeriksaan terhadap data yang telah dikumpulkan.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan informasi yang masuk sesuai dan tidak terdapat data yang membutuhkan klarifikasi.

Apabila ditemukan anomali atau informasi yang perlu dikonfirmasi, petugas masih dapat kembali mendatangi responden.

“Kalau ada sekiranya anomali, ada data yang harus dikonfirmasi, maka kita bisa berkunjung lagi ke responden,” ujarnya.