Pemkab Kudus Siapkan Sarasehan, Tanggal Hari Jadi Akan Dikaji Berdasarkan Manuskrip Menara

Sekda Kudus, Eko Djatmiko (kanan) bersama Asisten II Sekda Kudus, Jatmiko Muhadi. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengagendakan sarasehan bersama para akademisi untuk membedah kembali manuskrip yang tersimpan di Menara Kudus.

Forum ilmiah tersebut disiapkan sebagai upaya mengungkap dasar penetapan Hari Jadi Kota Kudus sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kudus ke-477 pada tahun 2026.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kudus, Jatmiko Muhardi Setiyanto, mengatakan sarasehan ditargetkan terlaksana paling lambat pada akhir Juli 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan itu akan menghadirkan sejumlah akademisi dan ahli sejarah yang sebelumnya pernah melakukan pembacaan terhadap manuskrip di Menara Kudus.

Tiga narasumber yang dijadwalkan hadir yakni Abdul Jawa Nur, Muadad, dan Prof. Inajati Adrisijanti. Ketiganya diharapkan dapat memberikan penjelasan ilmiah terkait hasil pembacaan manuskrip, termasuk penafsiran tanggal yang berkaitan dengan berdirinya Menara Kudus.

Jatmiko menjelaskan, selama ini masyarakat Kudus mengenal dua momentum penting yang sama-sama diperingati setiap tahun.

Yakni Ta’sis Menara Kudus yang jatuh setiap 19 Rajab dalam kalender Hijriah serta Hari Jadi Kabupaten Kudus yang diperingati setiap 23 September berdasarkan ketentuan pemerintah daerah.

“Selama ini kan kita merayakan Hari Jadi dua kali, ada Ta’sis Menara yang di tanggal 19 Rajab dan Hari Jadi Kudus yang diselenggarakan pemkab pada tanggal 23 September,” ujar Jatmiko, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurutnya, pembahasan kembali manuskrip tersebut penting dilakukan karena sebelumnya telah beberapa kali dilakukan pembacaan oleh para ahli.