Lebih lanjut, pihaknya melalui Disbudpar Kudus tengah menyusun grand design pariwisata Kudus. Agar Museum Patiayam menjadi bagian interkoneksi jalur wisata. Dengan alur destinasi kompleks Menara Kudus, wisata Colo, Logung, dan Patiayam.
“Sampai saat ini, Kabupaten Kudus populer dengan wisata religi. Maka kami berupaya memaksimalkan wisata lainnya dengan penyusunan grand design pariwisata,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Mutrikah menjelaskan Museum Patiayam memiliki sekitar 10.032 koleksi fragmen fosil.
Pada seminar kali ini, pihaknya mensosialisasikan sebanyak 66 koleksi fragmen fosil, yang terdiri dari fosil fauna atau binatang laut, rawa dan darat.
“Kami bekerja sama dengan pengelola Museum Situs Sangiran terutama dalam hal pemeliharaan koleksi,” ujarnya. ***
