Sam’ani menjelaskan, curah hujan tinggi dengan durasi cukup lama membuat debit Sungai Piji meningkat drastis hingga melampaui parapet sungai. Kondisi tersebut diperparah oleh tersendatnya aliran air akibat sampah di bawah jembatan.
“Debit air Sungai Piji naik signifikan karena hujan deras. Air sudah melewati parapet, ditambah adanya sumbatan bambu di Jembatan 1 Kesambi,” kata Sam’ani.
Ia menegaskan, selain pembersihan sungai, Pemkab Kudus juga menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan tanggul di sejumlah titik rawan banjir. Perbaikan direncanakan dilakukan keesokan harinya dengan melibatkan Forkopimda dan masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko menyebutkan, kerusakan tanggul akibat luapan air terdata di tiga titik wilayah Kecamatan Mejobo. Satu titik dilaporkan jebol, sedangkan dua lainnya mengalami pelimpasan air.
“Penanganan akan dilakukan besok pagi. Untuk wilayah Hadipolo, pelimpasan air sudah ditangani dan kondisi mulai surut. Selain itu, hari ini juga ada laporan pohon tumbang di tiga lokasi dan semuanya sudah berhasil ditangani,” jelas Eko.***
