Pemkab Evaluasi Penggunaan Alun-Alun Kudus, Balai Jagong Diarahkan Jadi Pilihan Lokasi Event

Suasana di Balai Jagong Kudus, Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.Id)

Balai Jagong nantinya diharapkan menjadi salah satu pilihan lokasi bagi penyelenggara kegiatan yang membutuhkan ruang untuk event komersial. Dengan begitu, aktivitas ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan tanpa seluruh kegiatan terpusat di Alun-Alun.

Sam’ani menilai UMKM tetap mempunyai peran penting dalam perekonomian Kabupaten Kudus. Meskipun industri pengolahan menjadi salah satu sektor utama, kegiatan ekonomi masyarakat dalam skala kecil juga memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah.

“Kudus kan tidak bisa bergerak banyak karena PDRB kita sudah tinggi. Umpamanya ada satu digit saja sudah termasuk luar biasa,” katanya.

Bacaan Lainnya

Pemkab Kudus menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 2,5 hingga 3 persen. Sam’ani menyebut pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen sudah menjadi capaian yang tinggi mengingat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kudus telah berada di atas Rp 145 juta.

“UMKM ini kalau pertumbuhan ekonominya antara 30–40 persen. Selain itu kan memang dari industri. Tapi dari yang kecil itu akan memberikan kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mencermati berbagai dampak yang dapat muncul dari penyelenggaraan event di ruang publik. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kelancaran akses, kemacetan, kebersihan, dan ketertiban.

“Pasti ada akses, ada dampak. Dampaknya mungkin kemacetan, kebersihan, ketertiban, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Oleh karena itu, evaluasi penggunaan Alun-Alun Kudus diharapkan dapat menghasilkan pola pemanfaatan ruang publik yang lebih tertata.

Penataan lokasi juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan kegiatan ekonomi masyarakat dan kenyamanan warga.

Dengan pembagian fungsi tersebut, Alun-Alun Kudus dapat lebih diprioritaskan untuk agenda resmi pemerintah daerah dan kegiatan nasional. Sedangkan Balai Jagong menjadi alternatif untuk event komersial maupun kegiatan UMKM yang bersifat berbayar.

Sam’ani menegaskan penataan tersebut tetap diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang penting kegiatan ekonomi masyarakat tetap tumbuh, tetapi kita juga harus menjaga ketertiban, kebersihan, kelancaran akses, dan kenyamanan ruang publik,” pungkasnya.