KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemberian imunisasi Human Papiloma Virus (HPV), untuk mencegah kanker serviks dengan sasaran siswa di Kabupaten Kudus, belum ada tindak lanjutnya hingga sekarang. Ini disebabkan, vaksin belum tersedia dan stok di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, stok masih kosong.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Darsono mengatakan, penyuntikan HPV terhenti sejak awal 2023. Padahal, jumlah sasaran imunisasi HPV 2023 dengan rincian siswa kelas V sebanyak 6.856 dan kelas VI sebanyak 7.931.
”Kami baru tercapai 81 persen di tahun 2022. Dari jumlah sasaran 6.656 baru tervaksin 5.381 anak. Dan, saat ini kondisi vaksinnya lagi kosong. Harga vaksin tersebut memang mahal, dan ini pemerintah menggratiskan bagi anak-anak kelas V dan VI,” ungkapnya.
Ia terus memantau perkembangan stok vaksin. Menurutnya, cegah kanker serviks sejak dini lebih baik. Dan, sasarannya anak SD sederajat kelas V dan VI, karena sudah mengalami menstruasi dan imunisasi HPV ini untuk jangka panjang.
Darsono mengatakan, vaksin HPV dengan biaya sendiri, nominalnya kisaran Rp 1 juta sekali suntik. Ini ada program dari pemerintah gratis, maka masyarakat yang memiliki anak perempuan kelas V dan VI bisa diizinkan untuk imunisasi HPV.
