Lebih lanjut, Mayor Muhlisin bahwa setidaknya di Kabupaten Kudus akan mendirikan 88 SPPG atau dapur sehat untuk program MBG. Sementara saat ini, baru berdiri satu SPPG yakni yang berad di Ponpes Nashrul Ummah, Kecamatan Mejobo.
“Kita juga sedang mengkaji delapan calon SPPG lainnya yang reguler (dikelola BGN), kalau delapan ini jadi, berarti kurang sekitar 80 SPPG lagi,” tambahnya.
Terpisah, Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Nuryanto menerangkan bahwa hingga saat ini ada 37 pelaku UMKM dan katering yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Termasuk rumah makan, katering, UMKM yang memiliki SLHS ada 37, itu juga yang sudah mengurus OSS (sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik),” tuturnya.
Upaya untuk mendorong pelaku UMKM dalam mengurus SLHS pun terus dilakukan setiap tahun. Hal ini juga sebagai langkah untuk menciptakan standar kelayakan suatu usaha di bidang kuliner dalam bidang kesehatan. ***
