“Harapannya, Pekan Raya Kudus dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tukas Bellinda.
Menariknya, pengunjung Pekan Raya Kudus tidak hanya berasal dari Kabupaten Kudus. Sejumlah warga dari daerah sekitar turut datang untuk menikmati suasana sekaligus melihat berbagai produk yang ditawarkan.
Salah satunya Mia (24), warga Karanganyar, Kabupaten Demak. Ia mengetahui informasi mengenai Pekan Raya Kudus dari temannya yang merupakan warga Kudus.
Mia yang bekerja di sebuah koperasi di Demak tersebut mengaku sengaja menyempatkan diri datang untuk melihat-lihat berbagai pilihan kuliner dan produk yang tersedia.
“Seru disini, banyak pilihan jajan,” ujar Mia.
Saat berkeliling, Mia tertarik dengan salah satu kuliner bernama Cikuro yang dijual sekitar Rp 30 ribu. Namun, ia masih ingin melihat berbagai pilihan lainnya sebelum menentukan makanan yang akan dibeli.
Kehadiran pengunjung dari luar daerah turut memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih beragam. Semakin luas jangkauan pengunjung, semakin terbuka pula kesempatan produk lokal dikenal di luar Kudus.
Bellinda juga mengingatkan agar kemeriahan acara tetap dibarengi dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Pengunjung dan peserta diminta menjaga ketertiban serta tidak membuang sampah sembarangan.
“Jangan meninggalkan sampah di sembarang tempat. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kudus tidak hanya bangga terhadap produk dan potensi daerahnya, tetapi juga peduli terhadap ketertiban, kebersihan, dan kelestarian lingkungan,” pesannya.***
