KUDUS, ZONANEWS.ID – Manajemen Museum Kretek Garden selaku investor yang resmi memegang pengelolaan sebagian kawasan Museum Kretek Kudus menegaskan tidak akan melakukan penggusuran terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di area tersebut.
Penegasan itu disampaikan menyusul munculnya keresahan di tengah masyarakat, khususnya para PKL, terkait kekhawatiran adanya penertiban atau penggusuran setelah pengelolaan kawasan wisata Museum Kretek melibatkan investor.
Manager Museum Kretek Garden, Pujiharto, menjelaskan bahwa keberadaan para pedagang tetap akan diperbolehkan. Namun, nantinya akan dilakukan penataan agar aktivitas perdagangan maupun kondisi kawasan museum menjadi lebih rapi dan tertib.
“Penataan pun bukan dari kami, tapi akan dilakukan dari Dinas karena bukan kewenangan kami,” tutur Pujiharto.
Menurutnya, pihak investor justru ingin merangkul dan bekerja sama dengan para pedagang maupun masyarakat sekitar. Keberadaan PKL dinilai tetap dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan apabila ditata dengan baik.
“Jadi tidak ada penggusuran atau pembersihan yang kita lakukan. Selaku dari investor, kami akan rangkul dan bekerjasama. Kawasan Museum Kretek akan menjadi daya tarik,” jelasnya.
Pujiharto menambahkan, pihaknya juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk kantong parkir, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.
“Boleh berjualan, tapi nanti akan ada penataan yang lebih baik. Kantong parkir juga ada yang kami sediakan, dan koordinasi dengan desa setempat semisal bagaimana kalau membludak agar kantong parkir tersedia,” pungkasnya.
