Saat ini, harga gula tumbu perkilogram ia jual ke tengkulak dengan harga 8.450 rupiah. Pihaknya membutuhkan sekitar 6 ton tebu untuk satu pasokan produksi gula merah.
Saya jual langsung ke tengkulak untuk bahan pembuatan kecap, disetorkan ke pabrik kecap. Kalau dihitung ada sekitar 3,5 sampai 4 ton gula merah,” ungkapnya.
Harga gula tumbu terbilang stabil atau standar. Meskipun begitu, dirinya mengaku tetap bertahan memproduksi gula tumbu. Sebab, sudah menjadi usaha yang diwariskan dari mertuanya.
“Sudah 6 tahun ini, memang bagian sulitnya itu pas penjualan. Kadang tidak cucuk sama modal, apalagi pupuk, biaya produksi setiap tahunnya naik,” keluhnya.
Dia pun berharap, harga gula tumbu ke depannya bisa naik sehingga bisa mensejahterakan para petani tebu dan pengusaha gula tumbu di Kandangmas.
“Kandangmas sudah sentranya gula tumbu, jadi memang harus dilestarikan. Harapannya, supaya pelaku usaha gula di kandangmas, harga tetap baik stabil, dan tidak kalah dengan harga tebu di pabrik, supaya petani bisa tersenyum lebar,” ungkapnya. (***)
