Terlebih saat ini kata dia, banyak sekali pidato atau ceramah sang tokoh yang bisa dengan mudah direkam dandi edit untuk dipotong-potong sesuai keinginan. Hingga secara masif disebarluaskan kepada banyak orang dan akhirnya menjadi berita yang tidak benar.
Sebab itu, menurut Musthofa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang plural dan beraneka ragam seperti Indonesia, peranan tokoh masyarakat, tokoh agama sangat strategis. Hal ini karena bisa menjadi kekuatan perekat bangsa.
“Sehingga tokoh masyarakat bisa bersinergi dengan pemerintah baik pusat dan daerah, menjalin kerjasama yang produktif apalagi di masa pemulihan ekonomi nasional yang mana apa-apa serba mahal,” terang anggota DPR komisi 11 tersebut.
Pihaknya juga mengingatkan agar kecanggihan teknologi seperti internet dan media sosial harus disikapi dengan bijak.
“Jadikan semua kecanggihan teknologi itu untuk mempermudah kita dalam mencari dan menambah ilmu pengetahuan serta wawasan,” pinta Musthofa.
Ditekankannya kepada warga Kudus yang hadir, Kudus memiliki kultur Gusjigang atau Bagus Akhlaknya, Pintar Ngajinya dan Pandai Berdagang. Kultur itu pun diharapkan bisa tumbuh dalam diri setiap masyarakat Kudus.
Sehingga, kecanggihan teknologi saat ini bisa dimanfaatkan oleh generasi muda untuk lebih pintar membaca peluang di media sosial. Tentunya tetap dalam bimbingan orang tua, agar penggunaan media sosial tidak membuat generasi malas karena diperbudak kecanggihan teknologi.***
