“Ada yang kecil dibawahnya Rp 100 juta untuk perbaikan toilet tapi tidak banyak. Rata-rata proyek perbaikan di 2026 ini ada jamban dan ruang kelas,” terangnya.
Pihaknya menargetkan, perbaikan fisik dapat dilakukan secepatnya pada akhir Mei 2026. Sementara target penuntasan proyek perbaikan seluruh sekolah dijadwalkan pada September 2026 mendarang.
“Untuk perbaikan melalui (APBD) Perubahan masih menunggu RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah),” tandasnya.
Lebih lanjut, Anggun menyampaikan bahwa upaya perbaikan fasilitas pendidikan akan terus dilakukan, mengingat jumlah sekolah rusak di Kudus yang memang terus ada setiap tahun. Hanya saja, keterbatasan anggaran membuat proyek perbaikan belum bisa menyentuh secara menyeluruh.
Untuk memaksimalkan perbaikan sekolah yang mengalami kondisi rusak mendadak dan mendesak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah menyusun skema alokasi anggaran perawatan. Anggun menyebut, tahun ini anggaran perawatan dialokasikan sekitar Rp 2,8 miliar.
