Meski begitu, peluang juga terbuka lebar. Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), masuknya investasi asing, serta revitalisasi infrastruktur daerah menjadi ruang bagi badan usaha jasa konstruksi untuk berperan lebih besar. DPA SBUJakon melihat potensi ini sebagai peluang sekaligus tanggung jawab.
Dalam forum Mubesus ini, DPA SBUJakon menegaskan empat tujuan utama. Pertama, memperbarui AD/ART agar lebih adaptif terhadap dinamika industri dan regulasi. Kedua, meneguhkan kembali posisi organisasi sebagai rumah besar bagi seluruh badan usaha konstruksi.
Ketiga, mendorong penguatan tata kelola dan kapasitas anggota. Keempat, merumuskan strategi jangka panjang yang selaras dengan arah pembangunan nasional dan kemajuan teknologi.
Forum ini juga menjadi ruang konsolidasi nasional seluruh pengurus dan anggota, dari tingkat pusat hingga daerah.
Sinergi kolektif ini dianggap penting untuk memperjuangkan kepentingan bersama dan menghadapi tantangan global secara solid.
Sebagai penutup, Eko Herru Diyanto menyampaikan harapannya agar Mubesus 2025 menjadi titik tolak pembaruan organisasi menuju masa depan yang lebih baik.
“Kita tidak bisa lagi berjalan dengan cara-cara lama. Saatnya membangun ekosistem konstruksi yang lebih transparan, adaptif, dan berdaya saing. Dan itu semua dimulai dari rumah kita sendiri, SBUJakon,” tegas Eko.(***)
