
Adapun santunan yang diberikan, masing-masing anak yatim mendapatkan santunan Rp 550.000, anak piatu Rp 300.000, dan anak yatim-piatu Rp 1.302.000. Setiap anak juga mendapatkan santunan dalam bentuk beras 3 kilogram.
Ana Sholikhah berharap, santunan yang diberikan bisa meringankan kebutuhan anak-anak. Di antaranya untuk tambahan kebutuhan makan sehari-hari, juga kebutuhan peralatan sekolah jelang dimulainya tahun ajaran baru.
Pihaknya berharap kegiatan santunan ini terus diadakan setiap tahun, dengan harapan besaran santunan bisa terus bertambah dan semakin banyak warga yang tergerak hatinya untuk memberikan santunan.
“Kegiatan sosial kemasyarakatan selain santunan anak yatim-piatu, juga ada santunan kematian dan kegiatan menjenguk anggota yang sakit. Ini bagian dari upaya menggerakkan jiwa sosial kita untuk membantu sesama yang membutuhkan,” ujar dia. ***
