“Perkembangan kualitas anak-anak dari seri ke seri sangat luar biasa. Kompetisi yang reguler seperti ini berhasil mengubah pandangan bahwa atletik itu menakutkan, menjadi sebuah petualangan yang menyenangkan bagi anak sekolah. Dampaknya, gairah mereka untuk berprestasi secara organik. Kami sangat optimistis Kudus sedang berproses melahirkan generasi atletik baru yang unggul dan siap mewakili Jawa Tengah di ajang tingkat provinsi seperti Porprov, bahkan hingga level nasional seperti Popnas. Kami juga berharap agar MilkLife Athletics Challenge tahun depan bisa digelar tingkat provinsi,” ujarnya.
Firdaus menambahkan, seluruh atlet potensial yang terpantau selama kompetisi akan mendapatkan pembinaan lanjutan secara berkesinambungan agar mampu berkembang hingga level profesional.
“Tugas kami adalah memastikan bakat-bakat yang terjaring dari ajang ini mendapatkan pembinaan lanjutan yang berkesinambungan dan terpusat, serta terus memberikan jam terbang kompetisi agar mental bertanding mereka matang sebelum terjun ke kejuaraan resmi daerah maupun nasional,” imbuh Firdaus.
Pada kategori KU 15, MTsN 1 Kudus kembali berhasil mempertahankan gelar juara umum setelah mengumpulkan tujuh medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Prestasi tersebut mengulang keberhasilan yang diraih sekolah tersebut pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Perwakilan guru MTsN 1 Kudus, Dimas Maulana, menyampaikan apresiasinya terhadap kejuaraan yang dinilai menjadi wadah penting bagi pengembangan potensi atletik pelajar.
“MilkLife Athletics Challenge ini adalah ajang yang sangat luar biasa ya, apalagi anak-anak ternyata punya bakat di bidang atletik. Untuk itu kami juga sebisa mungkin memberikan fasilitas kepada mereka di beberapa cabang lomba atletik dengan adanya ekstrakurikuler. Semoga prestasi ini bisa konsisten kami pertahankan, bahkan ditingkatkan untuk ikut andil dalam lahirnya bibit cabang olahraga atletik dari Kudus,” ujarnya.
Sementara itu, pada kategori KU 18, perhatian tertuju kepada Adyatama Fawwaz Oktoraza, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus yang tampil sebagai juara nomor lari 400 meter putra.
Ia juga berkontribusi membawa tim sekolahnya menjadi juara pada nomor estafet 4 x 400 meter mixed.
Bagi Adyatama, keikutsertaan dalam MilkLife Athletics Challenge menjadi bagian penting dalam perjalanan meraih cita-cita sebagai atlet nasional.
“Kejuaraan ini tentu sangat positif ya, saya lihat semakin banyak siswa yang tertarik untuk turut serta. Sementara untuk saya sendiri, kemenangan ini sangat berharga. Untuk sekarang dan ke depannya, saya bakal lebih fokus ke nomor 400 meter. Semoga ini juga jadi salah satu jalan untuk saya bisa lolos ke Pelatnas dan mudah-mudahan bisa jadi bagian dari timnas atletik,” ungkapnya.***
