KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga An (Disdikpora) Kabupaten Kudus belum berencana melakukan regrouping atau penggabungan dua sekolah bagi memiliki jumlah murid yang minim.
Padahal, pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026/2027 dilaporkan sedikitnya ada lima Sekolah Dasar (SD) yang hanya mendapatkan tiga hingga empat murid baru.
Lima sekolah tersebut yakni, SD 2 Prambatan Lor yang hanya mendapat tiga murid, SD 5 Hadipolo mendapat tiga murid, SD 1 Karangrowo mendapat tiga murid, SD 2 Gulang mendapat empat murid dan SD 1 Jati Wetan mendapatkan empat murid.
Plt Kepala SD 5 Hadipolo, Solichul Hadi menyebut bahwa saat ini total ada 29 murid yang mengenyam pendidikan di sekolah setempat. Dari jumlah tersebut, tiga murid di antaranya hasil SPMB tahun 2026/2027.
“Tahun lalu juga dapat tiga murid, memang di sini peminatnya sedikit karena ada stigma kalau sekolah kampung sosial, karena kebanyakan yang sekolah di sini memang dari anak-anak kampung sosial,” ujar Hadi, Rabu, 15 Juli 2026.
Pihaknya yang baru bertugas di SD 5 Hadipolo sejak Mei 2026 lalu, mendapat informasi bahwa sekolah setempat sempat diwacanakan untuk regrouping. Tetapi, hal itu tidak disepakati oleh masyarakat.
“Ada sekolah lain yang juga tidak mau dilimpahi dari anak sini, karena takut akan berimbas ke sekolah mereka juga untuk stigma kampung sosial itu,” tuturnya.
Hingga saat ini, pihak sekolah hanya dapat berupaya untuk menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SD 5 Hadipolo. Serta, meningkatkan kualitas pembelajaran di tengah keterbatasan.
