Meriahnya Kirab Ampyang Maulid, Tradisi Tahunan Peringati Hari Kelahiran Nabi di Loram Kulon Kudus

Gunungan nasi kepel pada Kirab Ampyang Maulid di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus. (MIA)
Gunungan hasil bumi pada Kirab Ampyang Maulid di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus. (MIA)

Berdasarkan pantauan Zonanews.id, para peserta kirab mulai berjalan dari Lapangan Kongsi Desa Loram Wetan, kemudian berakhir di area Masjid Wali At Taqwa Desa Loram Kulon yang menjadi titik lokasi panggung utama.

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Pejabat (Pj) Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mukhasiron, Camat Jati Fiza Akbar beserta jajarannya.

Wakil Ketua Panitia Kirab Ampyang Maulid, Anis Aminudin mengatakan, kepesertaan kirab tidak hanya melibatkan elemen masyarakat di Desa Loram Kulon saja, melainkan juga dari warga Desa Loram Wetan dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Mulai dari paskibra, parade visualisasi tokoh, parade mushola Desa Loram Kulon dan sekitarnya, barisan lembaga pendidikan desa Loram Kulon dan Loram Wetan, organisasi masyarakat, kelompok usaha, serta barisan desa di sekitar desa Loram Kulon.

“Jadi para peserta kirab nanti pentas di depan panggung utama, yang disaksikan oleh Pj Bupati Kudus dan pejabat lainnya,” katanya.

Pihaknya juga menjelaskan, tradisi Ampyang Maulid ini digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad, yaitu berupa shodaqoh yang diwujudkan dalam tandu yang berisi sedekah bumi dan kerupuk berwarna-warni.

“Karena itu, tadi yang kirab ada ogoh-ogoh dan srmacamnya atau yang tidak sesuai dengan tema maulid, tidak kita tampilkan di panggung utama. Tapi tetap kita persilahkan ikut kirab,” tuturnya.

Sementara itu, Pj Bupati Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan, memberikan apresiasi atas tetap lestarinya tradisi Ampyang Maulid ini. Pihaknya berharap, kegiatan ini bisa menjadi kekuatan untuk terus bersatu mengembakan budaya.

“Semogq bisa dikembangkan agar lebih menarik lagi. Tadi sudah ada expo, bagaimana nanti expo ini dikembangkan terus dalam tangka peningkatan kesejahteraan,” katanya. ***