Aspek Jas Merah (jangan sekali-kali melupakan sejarah) juga ditekankan sebagai fondasi pembentukan karakter personalia. Dengan memahami sejarah perjuangan bangsa, kader dan pengurus organisasi diharapkan memiliki daya tahan moral, loyalitas kebangsaan, serta kepekaan sosial dalam melayani masyarakat.
Forum sosialisasi berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga berdiskusi mengenai praktik penguatan struktur organisasi, pengelolaan kader, serta upaya menumbuhkan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kecamatan Jekulo.
H. Musthofa menilai, organisasi politik dan sosial yang kuat harus ditopang oleh SDM yang ideologis sekaligus adaptif. Karena itu, sosialisasi Empat Pilar diposisikan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kepemimpinan yang matang, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Ia berharap, kegiatan semacam ini mampu melahirkan pengurus dan kader yang tidak hanya paham struktur, tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran kebangsaan yang utuh. “Penguatan organisasi harus dimulai dari manusianya; ketika SDM-nya berideologi Pancasila dan menjunjung toleransi, maka struktur apa pun akan berjalan sehat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar H. Musthofa.***
