Medical Assistant hingga Pure Sheet Warnai Expo Industri Kreatif UMKU, Mahasiswa Tampilkan Bisnis Berbasis Solusi

Semangat kewirausahaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kembali mendapat ruang untuk berkembang melalui gelaran Expo Industri Kreatif yang diselenggarakan Program Studi S1 Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi (FST). (Foto: Istimewa)

Sebelum mengikuti expo, mahasiswa semester enam juga diwajibkan mengikuti sesi business pitching untuk mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan dewan juri.

Penilaian dilakukan oleh sejumlah akademisi dan praktisi, di antaranya dosen Teknik Industri UMKU Ir. Mu’adzah, dosen Teknik Industri Syahrial Aman, Kaprodi Bisnis Digital UMKU Fifi Endah Irawati, Kaprodi Akuntansi UMKU Sukma Wijayanti serta Nunung Agus Firmansyah.

“Ide bisnis yang diperkenalkan mahasiswa kali ini luar biasa. Mereka juga sudah membuat NIB (Nomor Induk Berusaha) masing-masing produk yang dijadikan ide bisnis, bahkan ada yang sudah mendapat sertifikasi halal,” ungkap Nunung, Sabtu, 25 Juli 2026.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, banyak mahasiswa sebenarnya memiliki gagasan bisnis yang potensial. Karena itu, peran dosen adalah mendorong agar ide-ide tersebut dapat diwujudkan menjadi produk maupun layanan yang memiliki nilai ekonomi melalui pembelajaran kewirausahaan.

“Setelah expo ini, kami berharap ide-ide mahasiswa dapat terus berkembang dan menjadi peluang usaha di masa depan,” harap Nunung.

Apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa juga disampaikan dosen Teknik Industri UMKU, Ir. Mu’adzah. Menurutnya, setiap mahasiswa selalu didorong untuk memulai sebuah usaha dari permasalahan yang nyata sehingga solusi yang ditawarkan benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Ia mencontohkan layanan Medical Assistant yang lahir dari kebutuhan keluarga yang tidak selalu dapat mendampingi anggota keluarganya ketika sakit.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh bantuan pendampingan selama proses pengobatan.

Sementara itu, produk Pure Sheet dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan perlengkapan kebersihan tangan yang praktis tanpa harus membawa sabun cair, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

“Ide-ide bisnis mahasiswa ini cukup mengejutkan dan melampaui ekspektasi saya. Hampir semuanya sudah memiliki NIB dan ada pula yang sudah memiliki Sertifiasi Halal,” ungkap Zazha.

Ke depan, ia berharap seluruh inovasi yang telah dipamerkan tidak berhenti sebagai proyek perkuliahan, tetapi terus dikembangkan menjadi usaha yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.***