Kepala Puskesmas Jati, Darini menambahkan, pembasmian jentik-jentik nyamuk lebih efektif dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M (menguras dan menyikat penampungan air, menutup rapat semua tempat penyimpanan air, memanfaatkan limbah barang bekas) Plus.
Kegiatan PSN melalui kader gerakan bebas jentik (gerbastik) di wilayah setempat pun sudah aktif dilakukan, dengan cara menaburkan bubuk abate di tempat-tempat yang berpotensi ada genangan air. Misal selokan, kemudian tempat penampungan air, bak mandi dan lainnya.
”Kami memberikan sosialisasi kepada masyarakat dengan cara PSN 3M Plus. Satu-satunya cara untuk membasmi larva itu adalah dengan tidak membiarkan ada air tergenang. Jika ada wadah berisi air yang tidak mungkin dikeringkan, menaburkan bubuk abate bisa membantu membunuh larva,” ungkapnya.
Darini menambahkan, bubuk abate bisa didapatkan secara gratis. Pihaknya, melalui kader gerbastik membagikan ke masyarakat untuk ditaburkan pada tempat penyimpanan air. Lebih aman dan efektif membunuh larva nyamuk.
”Kasus DBD di Puskesmas Jati Januari 2024 ini ada tujuh kasus, yakni di Desa Jati Wetan, Ploso, Jati Kulon dan Desa Loram Kulon. Ini memasuki musim hujan, pembagian abate kami intensitaskan secara rutin. Apabila, masyarakat meminta langsung ke Puskesmas kami layani,” ungkapnya. ***
