KUDUS, ZONANEWS.ID – Fenomena anak tidak sekolah kembali menjadi sorotan, usai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mencatat masih ada sekitar 1.500 anak yang tidak mengenyam pendidikan formal di wilayah setempat.
Hal itu mencuat dalam forum rapat koordinasi urusan pendidikan, urusan kesehatan dan urusan sosial di Pendapa Kabupaten Kudus pada Senin, 7 September 2026. Fenomena anak tidak sekolah masih menjadi permasalahan di Kabupaten Kudus.
Anak tidak sekolah yang dimaksud meliputi anak yang putus sekolah, anak yang tidak mau sekolah, serta anak yang belum pernah sekolah. Angka 1.500 anak bahkan dinilai belum terverifikasi dengan jelas.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menekankan kembali kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Sosial P3AP2KB, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk melakukan pendataan terhadap anak tidak sekolah.
“Makanya dai data anak yang tidak sekolah tadi, dari Dinas pendidikan, dinas sosial, dan dinas PMD kami minta untuk menyisir lagi yang menjadi faktor anak tidak sekolah itu apa,” kata Sam’ani.
Ia menilai proses verifikasi menjadi langkah penting sebelum pemerintah menentukan bentuk penanganan. Pemerintah perlu memastikan kondisi masing-masing anak, termasuk mengetahui apakah mereka benar-benar sudah tidak sekolah atau memiliki permasalahan administrasi.
