KUDUS, ZONANEWS.ID – Yang muda yang berkarya. Itulah ungkapan untuk sosok remaja yang masih 17 tahun, namun mampu melahirkan 4 novel selama pandemi Covid-19 menghantam.
Ia adalah Muhammad Hasan, siswa Madrasah Aliyah (MA) Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus. Selain mengenyam pendidikan di bangku MA, Hasan juga menjadi santri di Pesantren Al-Fattah Kudus.
Empat novel yang sudah dia selesaikan adalah 8 Stranger Things, Siluman Wadon, Si Naga, dan Sok Mben. Bagaimana kisah Hasan mencetak karyanya?
Sang ibu, Dian Nafi menceritakan, anaknya Hasan, memiliki waktu luang yang lebih longgar saat pandemi memaksa siswa sekolah dari rumah.
Ketimbang jenuh, kata Dian, Hasan mencoba menulis novel pertamanya berjudul 8 Stranger Things yang dirampungkan Desember 2020. Saat menulis, Hasan mengenakan media konvensional dengan mencatat imajinasinya ke dalam lembaran kertas.
Novel tersebut kemudian diketik dengan laptop saat sekolah dan pondoknya memasuki masa libur. Saat itu masih dalam keadaan pandemi.
Apa yang ditanam, itulah yang kelak dipetik. Hasan menjual novel pertamanya kepada teman-teman dan saudaranya. Hasil penjualannya itu kemudian ia gunakan untuk mendaftar masuk sekolah.
Usai novel pertamanya selesai, Hasan tak menyudahinya. Dian bertutur, anaknya masih melanjutkan menulis novel dengan cara yang sama, yakni ditulis tangan, lalu diketik.
Saking asyiknya, Dian mengungkap, Hasan sering lupa waktu saat menulis novelnya hingga larut malam.
