Masan melanjutkan, PDBI Kudus tidak memiliki kas sama sekali. Meski begitu Masan akan mencoba mencarikan anggaran untuk operasional PDBI Kudus.
“Kas nol. Tetapi akan saya carikan. Dalam hal ini Pemkab Kudus harus berpihak juga ke PDBI Kudus untuk memberi support anggaran,” katanya, Kamis (26/5/2022).
Selain tidak adanya kas anggaran PDBI Kudus, ketersediaan peralatan drum band juga disebut belum lengkap. Masan berencana meminjam peralatan dari beberapa sekolah yang sudah memiliki sarpras drum band untuk sarana berlatih atlet.
“Untuk latihannya nanti supaya pinjam alat dari sekolah-sekolah. Tetapi kami akan tetap minta anggaran juga ke KONI Kudus. Kemudian, untuk atlet drum bandnya kami juga akan segera melakukan seleksi,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Tengah, Dyah Kartika Permanasari mengatakan cabang olahraga drum band memang mahal. Sebab, setiap mengikuti even menghabiskan dana yang begitu besar.
“Peralatannya mahal dan setiap ikut even ke luar provinsi yang mengharuskan naik pesawat juga mengeluarkan biaya lebih karena untuk meletakkan peralatan di bagasi pesawat,” katanya, Kamis (26/5/2022).
Selain Masan dan Dyah Kartika, hadir pada pelantikan tersebut juga unsur pimpinan dari KONI Kudus, Kepala Dinas Dikpora Harjuna dan sejumlah tamu undangan. (Mad)
