“Intinya bagaimana membangun image agar anak tertarik ke perpustakaan, tidak hanya menjumpai tumpukan buku tapi berkolaborasi dan mengembangkan di sekolah,” ucapnya.
Sebelum dilakukan revitalisasi, lanjut Afif, ruang perpustakaan SMAN 2 Kudus dulunya hanya menjadi ruang penyimpan buku. Akan tetapi, saat ini diubah menjadi lebih inovatif dengan tambahan fasilitas seperti area diskusi hingga podcast.
“Ini juga sebagai tanggung jawab kami karena telah mendapatkan bantuan revitalisasi, maka kita gunakan dan lakukan inovasi bahwa program revitalisasi sangat dibutuhkan serta bermanfaat bagi sekolah,” tandasnya.
Saat ini, ada lebih dari 14 ribu judul buku yang telah dikoreksi oleh TerasD’Gaya. Setiap siswa dibuatkan kartu untuk melakukan akses atau peminjaman buku di perpustakaan secara digital.
“Di kartu itu nanti akan muncul biodata siswa dan riwayat peminjaman buku, jadi semua sudah dibuat secara digital untuk akses,” ucapnya.
Afif pun berharap, dengan berbagai inovasi yang dihadirkan di perpustakaan, dapat berdampak positif terhadap angka kunjungan serta literasi siswa di SMAN 2 Kudus. ***
