Lestarikan Eksistensi Gebyok Kudus, Edukasi Seni Ukir Ikut Mejeng di Gebyar PKL

Edukasi Ukir Gebyok di stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus dalam acara Gebyar PKL. (MIA)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Kekayaan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Kudus terus dikenalkan kepada masyarakat luas. Salah satunya, gebyok ukir yang merupakan salah satu ornamen dari Rumah Adat Kudus yaitu Joglo

Ukiran khas yang mencerminkan Rumah Joglo ini dikenalkan di Gebyar PKL (Pedagang Kaki Lima), tepatnya di stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus yang berlokasi di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Berdasarkan pantauan di stand Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, nampak seorang lelaki tengah membuat ukiran yang tidak asing lagi di Kudus. Ornamen yang dibuatnya yakni sunduk, yang merupakan bagian dari joglo.

Bacaan Lainnya

Di stand tersebut, juga nampak ada ukiran dadung dan soko atau tiang. Ukiran tersebut nampak begitu menarik, hingga beberapa pengunjung terlihat tertarik dan mendekat untuk melihat proses pengukiran lebih detail lagi.

Hermawan, yang merupakan perajin ukir di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, juga nampak mempersilahkan para pengunjung yang hendak belajar mengukir. Ia juga menjelaskan ukiran apa yang Ia buat.

“Ikut pameran ini tujuannya memang melestarikan kebudayaan, jangan sampai besok yang karya seperti gebyok itu terkikis,” ujarnya saat dimintai keterangan, Kamis, 10 Januari 2024.

Menurutnya, saat ini generasi muda lebih tertarik bekerja di pabrik, ketimbang meneruskan ukir gebyok saat mereka lulus sekolah. Oleh sebab itu, perlu adanya edukasi serta regenerasi seni ukir gebyok ini agar terus lestari.

“Terkadang, sekarang lulus SMA kan maunya pabrik. Di Kaliwungu itu ada edukasi ada pelatihan mengukir, untuk regenerasi biar besok ada generasinya lagi,” katanya.

Saat ini, menurutnya masih banyak warga di Kaliwungu yang menggeluti profesi sebagai ukir gebyok. Ini mengingat bahwa Desa Kaliwungu merupakan cikal bakal Gebyok Kudus dan Pendopo yang memang harus terus ada.

“Filosofinya yang dulu itu sebagai pendiri kabupaten atau pendopo itu dari cikal bakal di Kaliwungu, namanya Mbah Rogo Mulyo itu sebagai pencetus rumah adat dan pendopo yang pertama pada masa kejayaan Condro Negoro ke-III,” ucapnya. ***