Ia berharap proses lelang dapat dimulai dalam waktu dekat, sehingga pembongkaran stadion bisa segera dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan fasilitas baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo, menegaskan bahwa pembangunan stadion baru menjadi bagian dari program pemerintah pusat dengan standar internasional.
“Stadion akan dibangun ulang dengan standar Asian Football Confederation (AFC) dan kapasitas sekitar 8.000 penonton,” jelasnya.
Ia menyebut, Pemkab Kudus diminta untuk memastikan area stadion dalam kondisi kosong, termasuk melakukan pembongkaran total sesuai kebutuhan pembangunan.
“April hingga Mei ini fokus pada pembongkaran dan appraisal aset. Sambil menunggu proses itu, kami juga melakukan pengosongan stadion,” tambahnya.
Menurut Harry, pembangunan fisik stadion diperkirakan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2026, tepatnya sekitar Juli hingga Agustus, setelah seluruh tahapan persiapan selesai.
“Konsepnya tanpa lintasan atletik agar lebih fokus ke sepak bola, dan tribun akan menggunakan kursi tunggal. Untuk atap, sementara direncanakan hanya di sisi barat,” pungkasnya.***
