Kursi Roda hingga Kaki Palsu Disalurkan, Pemprov Jateng Harap Disabilitas Lebih Mandiri

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin saat menyalurkan bantuan kursi roda dan kaki palsu di Kabupaten Kudus, Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyalurkan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas berupa kursi roda adaptif dan kaki palsu. Bantuan tersebut berasal dari kerja sama dengan Pemerintah Australia dan Pemerintah India.

Bantuan kursi roda diberikan melalui Pemerintah Australia bersama Konjen Australia untuk penerima manfaat di wilayah eks-Karesidenan Pati. Sebanyak 61 unit kursi roda adaptif diperuntukkan bagi anak-anak dengan kondisi cerebral palsy dan hidrocephalus.

Sementara itu, bantuan kaki palsu merupakan hasil sharing budget antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah India melalui Yayasan Semar Cakep. Dalam penyaluran kali ini, sebanyak 27 unit kaki palsu diberikan kepada penerima manfaat dari sejumlah daerah.

Bacaan Lainnya

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan bantuan kursi roda tersebut merupakan program yang secara rutin diberikan setiap tahun. Pada 2026, Jawa Tengah mendapatkan total 181 unit kursi roda untuk penyandang cerebral palsy.

“Jadi hari ini kita memberikan bantuan kursi roda dari Yayasan Global Village Australia. Memang setiap tahun kita diberikan bantuan kursi roda untuk cerebral palsy. Pada tahun ini kita mendapatkan 181 kursi roda untuk cerebral palsy,” ujar Nawal saat menyalurkan bantuan kursi roda dan kaki palsu di Kantor Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Selasa, 11 Agustus 2026.

Nawal menjelaskan, dari total bantuan tersebut, sebagian besar telah dialokasikan untuk wilayah Semarang dan sekitarnya. Sedangkan sebanyak 61 unit disalurkan kepada penerima manfaat dalam kegiatan yang digelar di wilayah eks-Karesidenan Pati.

Selain kursi roda, Pemprov Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan kaki palsu yang berasal dari Pemerintah India melalui Yayasan Semar Cakep. Bantuan tersebut menjadi bentuk kolaborasi lintas negara untuk membantu penyandang disabilitas agar dapat menjalani aktivitas secara lebih mandiri.