Kemudian, diajak pula melihat benda-benda promosi masa lalu, meliputa armada yang digunakan pada saat itu, piring bergambar rokok, pensil dan tea set cap merk rokok, tas bercap logo merk rokok, serta aneka cap rokok kretek tempo dulu.
Sementara itu, Lisa Moningka yang merupakan bloger asal Jakarta mengaku kagum dan terheran saat melihat Museum Kretek untuk yang pertama kalinya. Terlebih, museum di Kudus ini adalah satu-satunya yang ada di Indonesia dan ternyata memiliki koleksi yang cukup banyak.
“Ini baru pertama kali ke sini (Museum Kretek), ternyata ada Museum Kretek di Indonesia. Sebenarnya rokok kita terkenal di dunia, jadi kita apresiasi ada Museum Rokok Kretek meskipun agak kontra,” ujarnya.
Saat pertama kali melihat koleksinya, Lisa mengaku aneh dan heran lantaran banyaknya merchandise yang dipajang di museum tersebut.
“Di sini koleksinya cukup lengkap. Melihat koleksi lama yang dipajang, aneh, merchandise ada berbagai macam rokok dari zaman dulu hingga sekarang,” tuturnya.
Dirinya juga mengaku kaget setelah mengetahui bahwa promosi yang dilakukan oleh para pengusaha rokok zaman dulu ternyata sudah sangat masif.
“Kaget masalah promosi, ngga nyangka. Lalu ada juga buku akuntansinya yang katanya itu saat ini masih ada di luar negeri, ternyata industri kretek pada zaman itu sudah maju,” ucapnya. ***
