KPA Kudus Temukan Dua Anak Terinfeksi HIV, Satu Sudah Masuk Fase AIDS

Ilustrasi. Kasus HIV/AIDS yang terjadi pada anak. (Foto: AI)

Menurut Eni, kondisi tersebut mengindikasikan infeksi HIV kemungkinan telah berlangsung selama beberapa tahun.

KPA Kudus pun terus mendorong edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit menular seksual di kalangan remaja. Menurut Eni, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi atau KRR perlu diberikan sejak usia remaja, termasuk pada tingkat sekolah lanjutan pertama.

“Kalau edukasinya, kan sudah berkali-kali saya sampaikan bahwa kepahaman anak-anak tentang KRR, kesehatan reproduksi, itu sangat penting mulai dari usia remaja,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, sosialisasi mengena pencegahan penyakit menular telah digencarkan pada tahun ini di kalangan remaja. Termasuk upaya pelacakan serta skrining kasus HIV di Kabupaten Kudus.

Kemudian, apabila anak dinyatakan positif HIV, anak tersebut diarahkan agar segera mendapatkan penanganan medis, salah satunya melalui terapi antiretroviral (ARV).

Terapi tersebut berfungsi untuk menekan replikasi virus sehingga jumlah virus dalam tubuh dapat dikendalikan dan sistem kekebalan tubuh tetap terjaga.

Dengan pengobatan yang teratur, diharapkan kondisi kesehatan anak tetap terjaga sehingga mereka dapat kembali belajar dan menjalani aktivitas sehari-hari. ***