KKN-MB 032 IAIN Kudus: Pengelolaan Pancake Kacang Hijau sebagai Wujud Anti Stunting dari Hasil Bumi Sumberagung

GROBOGAN, ZONANEWS.ID – KKN 032 Institut Islam Negeri Kudus (IAIN) Kudus berkolaborasi dengan Puskesmas Godong, Kabupaten Grobogan untuk mengadakan kelas balita dengan program pencegahan stunting melalui kreasi makanan lokal, pada Kamis, 26 September 2024.

Kali ini, KKN 032 IAIN Kudus memanfaatkan potensi kacang hijau dan diolah menjadi camilan sehat untuk anak. Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa Sumberagung, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, pukul 09.00 WIB.

Turut hadir sebagai narasumber bidan Nurul Magfiroh, A,Md.Keb dari Puskesmas Godong. Beliau menyampaikan pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan janin maupun balita.

Bacaan Lainnya

“Kekurangan gizi bisa menyebabkan stunting pada anak yang berpengaruh pada otak anak. Oleh karena itu sangat penting untuk pemenuhan gizi untuk anak khususnya sebelum berusia 2 tahun” jelasnya.

Sebagai desa pertanian, Desa Sumberagung memiliki hasil tani yang beragam. Salah satu hasil pertanian yang melimpah adalah kacang hijau. KKN 032 melakukan inovasi dengan memanfaatkan hasil tani tersebut sebagai opsi bahan baku pembuatan camilan sehat pencegah stunting.

Kacang hijau merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung lemak cukup tinggi sehingga cocok jika dijadikan camilan penambah berat badan pada anak. Selain itu pancake juga camilan manis yang sangat disukai anak anak.

Kegiatan dimulai dengan simulasi memasak pancake kacang hijau yang didemokan oleh Yasmine, Icha dan Muyas sebagai perwakilan KKN 032 IAIN Kudus.

Mereka mempraktekkan mulai dari pembuatan adonan, pemanggangan, hingga pemberian topping dan plating. Hasil pancake cukup menarik minatanak-anak untuk mencicipi. Rasanya manis namun gurih khas kacang hijau.

“Kandungan gizinya setara dengan lauk, jadibisa dijadikan camilan sehat anak tanpa rasa bersalah,” ujar Muyas.

Tak hanya memberikan pratek memasak saja tetapi juga pemberian materi oleh bidan Nurul Magfiroh, A.Md.Keb mengenai pentingnya asupan gizi seimbang sejak dini agar mencegah stunting.

Beliau menjelaskan secara detail, manfaat kacang hijau akan kaya protein nabati, serat, vitamin B, dan zat besi. Semuanya berperan penting untuk pertumbuhan janin hingga balita.

“Stunting itu keadaan dimana anak mengalami pertumbuhan di bawah garis normal, pencegahan stunting ini haruslah dimulai dari kandungan hingga usia 2 tahun atau Seribu HPK,” tambahnya.

Selain itu, bidan juga mengingatkan kepada ibu-ibu tentang pola makan yang sehat dan bisa diajarkan lewat contoh orang tua.

“kita harus menyajikan lauk pauk berprotein dan sayur segar setiap harinya agar anak tumbuh dengan sehat dan kuat,” jelas dari bidan.

Terlihat ibu-ibu sangat antusias dengan adanya tanya jawab mengenai penjelasan tersebut.

Diadakannya pemaparan dan pembuatan pancake kacang hijau dirasa dapat menjadi alternatif lain dalam pengolahan kacang hijau.

Sebagai penutup, setiap anak di berikan satu pancake kacang hijau dan susu ultramimi dengan harapan ini adalah langkah inovasi awal dalam memupuk pola hidupyang sehat dan menciptakan Desa Sumberagung yang anti stunting di masa depan. ***