Terlebih, dalam kegiatan ini, anak-anak juga disediakan wahan untuk bermain untuk mendorong suasana bahagia anak, sekaligus sebagai ajang saling kenal dengan sesama teman yang seusia dengan mereka.
“Kan belum saatnya anak-anak RA itu diberi materi teori-teori seperti jenjnag MI, MTs, MA, sehingga metode peragaan itu lebih tepat bagi anak-anak RA, dan hari inilah saatnya peragaan manasik haji,” ucapnya.
Suhadi berharap, dengan adanya peragaan manasik haji ini, anak-anak bisa mengenal tentang tata cara ibadah haji sejak dini. Kemudian, memiliki memori yang kuat dalam batinnya sehingga tumbuh rasa ingin melaksanakan haji saat dewasa nanti.
“Harapan saya anak-anak itu bisa mengenal manasik haji sejak dini, punya memori yang kuat dalam batinnya melalui pengalaman peragaan ini. Dan nanti pada saatnya, anak-anak itu tumbuh rasa ingin melaksanakan haji di masa yang akan datang seiring perkembangan usianya,” harapnya. ***
