KUDUS, ZONANEWS.ID – Guru PAUD yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Kudus wadul tidak pernah diperhatikan serius oleh Pemerintah Daerah (Pemda).
Perhatian yang dimaksud yakni terkait permintaan bantuan gedung sekretariat untuk kepentingan kepengurusan Himpaudi di Kabupaten Kudus. Bahkan, sarana dan prasarana (sarpras) berupa laptop pun tidak dimiliki.
Hal itu diungkapkan oleh Penasehat Himpaudi Kudus, Maryatin saat melakukan audiensi dengan Ketua Komisi D DPRD Kudus Mardijanto, bersama Kabid PAUD dan Pendidikan Masyarakar pada Disdikpora Kudus Arini Budi Utami, pada Rabu, 19 Desember 2024.
“Himpaudi punya kepengurusan tetapi belum punya tempat yang dipinjam untuk sekretariat. SD yang regruping kan bisa kita punjam untuk sekretariat himpaudi,” wadul Maryatin kepada ketua Komisi D DPRD Kudus.
Pihaknya mengungkapkan bahwa Himpaudi sudah sering meminta bantuan secara organisasi kepada pemerintah daerah (pemda), namun belum terealisasikan hingga sekarang. Bahkan satu laptop untuk operasional tidak dimiliki.
“Sampai sekarang laptop tidak punya apalagi yang lain. Untuk itu mungkin bisa diusulkan sedikit bantuan operasional, karena kami dengan Demak yang mereka punya gedung sekretariat dan mendapatan bantuan pendanaan juga,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto menyambut baik keluhan tersebut dan akan mengupayakan permintaan Himpaudi dapat terakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tahun berikutnya.
